Jumat, 22 September 2017

Misteri Mumi Dan Kota Liliput






Pada bulan Agustus 2005, ditemukan sebuah mumi kecil dengan panjang 25cm di sebuah desa Persia kuno Makhunik di kawasan yang kini dikenal sebagai Iran. Penemuan ini sempat menghebohkan internasional sa'at para peneliti melaporkan bahwa mumi tersebut yakni insan kerdil yang masih dewasa dan penggalian kota kuno mengungkapkan arsitektur yang menunjukkan bahwa kota itu yakni kota liliput.

Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Menurut The Circle of Ancient Studi Iran, inovasi mumi ini menyusul dua bulan sesudah penggalian ilegal di benteng bersejarah Gudiz di provinsi Kerman di bersahabat kota Shahdad, yang bertanggal kembali ke masa Kekaisaran Sassanid (224-651 AD), kekaisaran Iran yang terakhir sebelum kedatanganya Islam. Mumi itu disita ketika penyelundup berusaha menjualnya dengan harga lebih dari $3 juta AS di Jerman.

Mumi itu terawat dengan baik dan ditutupi dengan lapisan tipis, yang mulanya diyakini bahwa itu yakni materi yang dipakai untuk menciptakan mumi, tapi lalu dikonfirmasi itu yakni kulit individu mumi tersebut. Analisa awal yang diperkirakan oleh tim forensik bahwa individu tersebut meninggal pada usia sekitar 16-17 tahun.

Penemuan ini eksklusif meramaikan rumor yang sudah ada perihal kota liliput di provinsi Kerman. Laporan penggalian di desa kuno itu menyatakan telah menemukan rumah dan bangunan dengan dinding yang hanya setinggi 80cm.







Iran Daily menambahkan kehebohan dengan mengklaim bahwa desa kuno kawasan ditemukanya mumi itu tidak bertanggal di abad Sassanid, tapi bergotong-royong lota Liliput tersebut sudah berusia 5.000 tahun.

“Sebuah aspek penting perihal Shahdad yakni arsitektur yang abnormal dari bangunan rumah, lorong-lorong dan peralatan yang telah ditemukan. Dinding, langit-langit, tungku, rak dan semua peralatan itu hanya dapat dipakai oleh insan kerdil,”

Iran Daily melaporkan. “Setelah selang 5.000 tahun semenjak kepergian insan kerdil dari kota tersebut, wilayah prasejarah ini terkubur di dalam tanah dan migrasi insan kerdil Shahdad tetap terselubungi misteri.”



Puing-puing Makhunik


Bangunan-bangunan yang ditemukan mempunyai dinding yang sangat rendah, dan hanya cocok untuk dihuni kurcaci, berdasarkan Iran Daily.
Mainstream Arkeolog dengan segera berusaha untuk menghilangkan rumor perihal keberadaan kota semacam itu di provinsi ini: “Tim yang telah melaksanakan penggalian arkeologi selama 38 tahun di kota Shahdad itu menyangkal dengan adanya kota kerdil di wilayah tersebut. Puing-puing rumah-rumah kuno itu memang berdinding setinggi 80 cm ketika ditemukan, tapi awalnya dinding itu setinggi 190 cm. Bahkan ada puing-puing dinding yang hanya setinggi 5 cm, apakah alasannya yakni hal itu maka kita mengklaim bahwa insan yang menghuni rumah-rumah itu hanya setinggi 5 cm..? Ungkap Mirabedin Kaboli, kepala penggalian arkeologi di kota Shahdad.

Ahli lainnya mengesampingkan kemungkinan bahwa mumi mengambarkan  Makhunik yakni kota liiput. “Bahkan bila terbukti bahwa mumi yakni insan liliput, kita tidak dapat memastikan bahwa wilayah inovasi mumi di provinsi Kerman yakni kota liliput,“ Ungkap Javadi, arkeolog dari Organisasi Warisan Budaya dan Pariwisata Provinsi Kerman.

Setelah beberapa bulan penemuan, Payvand Iran News melaporkan bahwa studi antropologi mengungkapkan bahwa mumi tersebut bergotong-royong sudah berusia 400 tahun dan bukan milik kurcaci sama sekali, akan tetapi mumi itu yakni bayi prematur yang telah termumikan secara alami.

“Kerangka tersebut milik bayi prematur yang alasannya yakni efek kondisi cuaca regional dan metode penguburan, maka pemumian terjadi secara alami,” ungkap seorang antropolog dari Organisasi Warisan Budaya dan Pariwisata Iran, Farzad Forouzanfar.

Makara apa yang dapat kita simpulkan mengenai Makhunik dan mumi kecil? Apakah banyak dari pelaporan media mengenai kasus ini telah didorong oleh rumor dan hanya mencari sensasi belaka? Dan apakah mumi tersebut yakni bayi yang termumikan secara alami, menyerupai berdasarkan studi antropologi? Siapapun yang benar, tetaplah abnormal bahwa legenda “manusia kecil” tidak hanya ada di Iran saja, tetapi dapat ditemukan di aneka macam budaya di seluruh dunia, menyerupai legenda uhang pandak dan inovasi fosil insan kerdil di flores Indonesia.

Jika anda mencari di google, anda akan menemukan foto-foto makhunik yang tidak hanya menunjukkan dinding-dinding rumah yang pendek, tapi pintu-pintu rumah-rumah kuno yang juga kecil-kecil. Makara mustahil bahwa situs ini dahulunya tinggi. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa situs ini yakni sebuah miniatur yang dibentuk oleh insan normal untuk tujuan tertentu yang kita tidak mengerti.