Selasa, 16 Oktober 2018

Fitur Gres Chromebook Sanggup Menampilkan Notifikasi Teks Sms


Menurut screenshot gres yang ungkap oleh ChromeUnboxed dari pengguna, Google sepertinya segera mengizinkan pengguna mendapatkan notifikasi teks SMS di Chromebook. Sebuah toggle, fitur ini ditemukan di sajian pengaturan Chrome OS di Samsung Chromebook Plus.

Toggle ini ternyata tidak sesederhana menyerupai yang Anda pikirkan. Anda harus mengaktifkan sebuah flag di developer Chrome OS yang memungkinkan fitur multidevice. Gabriel Brangers, dari ChromeUnboxed, mencoba mengikuti langkah-langkah ini di Chromebooknya sendiri dan gagal. Kemungkinan fitur ini hanya untuk orang-orang tertentu.


Tetap saja melihat integrasi SMS masuk ke Chrome OS terlihat keren. Bagaimana nanti fitur ini kedepannya, tetapi aku yakin kita akan segera mengetahuinya.

Berita ini muncul seiring dengan diluncurkan Chromebook "Hawa" yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. Dikabarkan akan mempunyai Asisten Google, sensor sidik jari, keyboard backlit, faktor bentuk 2-in-1, stylus, dan santunan aplikasi Android.

Senin, 18 Juni 2018

Google Hentikan Pemangilan Kata Kunci Ok Google Di Chromebook


Google Chrome OS dikabarkan akan mendapatkan Asisten Google untuk beberapa waktu dekat, dimulai dengan Chromebook gres dengan codename "Eve". Kami belum banyak mendengar rumor penting seputar topik ini, namun berdasarkan sebuah laporan dari ChromeUnboxed, tampaknya Google setidaknya mengambil langkah besar dalam mempersiapkan Asisten untuk masa primtime.

Dalam laporan tersebut, ChromeUnboxed mencatat bahwa isyarat didalam Chrome OS, Google telah menghentikan proses persiapan kata "OK Google". Sebelumnya, pengguna sanggup mengaktifkannya fitur tersebut di setting Chromebook, namun tampaknya telah berubah.

Tentu saja, Google membutuhkan motif kedua untuk mengganti kata cepat ini dengan menyiapkan Assiten di masa depan.

Seperti yang dicatat oleh ChromeUnboxed, tidak banyak orang yang benar-benar memakai "OK Google" pada Chromebooknya. Ini yaitu alasan yang cukup untuk menghentikan fitur ini dan kini Assiten sedang dalam perjalanan dan sanggup diaktifkan dengan perintah keyboard (Search + A).

Kami masih belum tahu kapan Asisten ini akan mendarat di Chromebook, namun kami akan memberitahukannya sewaktu waktu.

Kamis, 30 November 2017

Louncher Gres Chrome Os Seolah-Olah Louncher Android Os


ChromPlex, Seiring berjalannya waktu Chrome OS terus berevolusi, Google terus memperbaiki OS ini dengan mengatakan fitur dan UI baru. Salah satunya kemampuan untuk manjalankan aplikasi Android.

Saat ini, Google sedang menguji launcher baru. Launcher gres ini menciptakan Chrome OS terlihat lebih menyerupai dengan Android. Selain itu launcher ini juga untuk mendukung kemampuan layar sentuh pada Chromebook.

Salah satu engineer Google François Beaufort mem-publish sebuah video bagaimana tampilan launcher ini. Ketika tombol launcher di klik atau ketuk aplikasi yang gres saja dipakai akan muncul beserta bilah penelusuran pada bab atasnya. Hal ini memudahkan pengguna untuk mencari aplikasi.

Pada bab bawahnya kau akan melihat tanda panah kecil untuk melihat semua aplikasi yang terpasang. Tanda panah ini menciptakan launcher ini persis menyerupai Launcher pada perangkat Google Pixel. Secara fungsional launcher ini sama.


Saat ini launcher ini masih dalam tahap development dan gres tersedia untuk Chrome OS versi Canary. Jika kau mempunyai Chromebook dan ingin mencobanya, Chrome OS kau harus diubah ke versi Canary. Caranya cukup enable-kan Chrome flag di chrome://flags/#enable-fullscreen-app-list lalu restart perangkat.

Jumat, 11 Desember 2015

Chrome Versi 59 Untuk Desktop Telah Dirilis, Apa Saja Yang Baru


Chromplex, Chrome versi 59 kini telah keluar untuk Mac, Windows dan Linux dengan pembaharuan fitur yang difokuskan untuk developer dan perbaikan keamnanan. Namun update terbesarnya adalah donasi notifikasi native untuk macOS dan donasi penuh untuk format gambar animasi PNG.

Setelah dalam pengembangan yang cukup lama, halaman Pengaturan atau Settings pada Chrome alhasil menerima sentuhan desain material. Tampilan Settings kini terlihat lebih rapi dengan tampilan cards.

Sebuah action kafe berwarna biru terletak pada bab atas dengan kolom pencarian didalamnya. Navigation drawer pada sisi kiri membuatnya gampang dan cepat mengakses pengaturan tertentu yang dipisahkan dengan banyak sekali kategori pengaturan menyerupai People untuk pengaturan akun, Appereance untuk pengaturan tampilan, dan masih banyak lagi.

Terdapat pengaturan lanjutan dengan menekan tombol dropdown pada sajian Advanced. Pada bab ini kau sanggup mengakses pengaturan Bahasa, Printer, dan lain lain. Halaman About pada Chrome juga didesain ulang dengan style yang serupa.





Google telah usang memakai sistemnya sendiri untuk mengirimkan notifikasi web dan aplikasi, tetapi kini Chrome 59 alhasil mengadopsi notifikasi native untuk macOS. Secara visual notifikasi Chrome pada macOS terlihat lebih menyatu dengan sistem operasi. Tampilannya tidak kotak lagi menyerupai biasanya.

Bagi developer, Google telah menyediakan panduan untuk memanfaatkan native notifikasi ini via Notification API dan chrome.notifications. Fitur untuk developer lainnya yaitu memungkinkan developer untuk menjalankan browser dari command line. Tools Headless Chrome secara khusus ditujukan untuk menjalankan pengujian otomatis dimana UI tidak begitu diperlukan. Fitur ini telah tersedia untuk Mac dan Linux, sedangkan Windows segera menyusul.


Pada versi ini juga menambahkan donasi penuh untuk gambar animasi PNG atau yang disebut APNG. APNG menyerupai dengan GIF, namun APNG telah mendukung gambar 24 bit dan gambar transparan 8 bit. Format ini telah usang didukung pada Firefox, namun format ini kembali menerima perhatian sesudah Apple mengadopsi gambar APNG pada iOS 10 untuk gambar sticker pada aplikasi iMessage. Cek disini apakah browser kau sudah mendukung APNG.

Selain itu Chrome 59 membawa fitur Developer Tools (DevTools) gres yang bermanfaat untuk developer web, menyerupai Coverage Tab, Full Page Screenshot dan lain-lain. Lengkapnya sanggup kau lihat di video berikut ini.

Jumat, 06 Maret 2015

Google Resmi Umumkan Chrome Akan Pasang Adblock Awal Tahun 2018


Menggunakan AdBlock di browser dikala ini mungkin sudah lumrah atau biasa. Pemicunya alasannya ialah pengguna terganggu dengan iklan yang ditampilkan pada website. Saat ini ada 2 browser yang secara default memasang AdBlock dalam browser-nya yaitu Opera dan browser Brave yang masih dalam tahap pengembangan.

Hal ini mungkin akan sangat membantu bagi pengguna dari iklan yang menyebalkan namun ternyata ini berdampak pada perusahaan sejenis media. Dalam blog Google menyoroti salah satu perusahaan media yaitu Business Insider yang terkena pengaruh negatif dari penggunaan AbBlock oleh pengguna ini yaitu menurunnya pendapatan perusahaan. Hal ini alasannya ialah iklan semuanya di blokir oleh AdBlock.

Dikutip dari ChromPlex, Awal tahun ini Google sempat dikabarkan untuk memasukkan secara default AdBlock kedalam Chrome. Namun pada hari ini Google resmi mengumumkan bahwa Chrome akan memasukkan “Ad Filter” awal tahun depan.

Fitur default ini nantinya tidak akan memblokir semua iklan, namun akan memblokir iklan yang dianggap mengganggu. Seperti iklan pop up yang pada faktanya sangat mengganggu.

Untuk menyaring iklan apa saja yang sanggup diterima akan ditentukan oleh grup yang dinamakan Coalition for Better Ads, yang didalamnya terdiri dari beberapa perusahaan media, The Washington Post, Facebook, dan tentu saja Google.

Demi membantu ad filter ini terwujud, Google telah menyediakan tools untuk menganalisis iklan yang dianggap mengganggu pada halaman web. Google akan menerapkan standar yang disebut “Better Ads Standard” pada Chrome pada awal 2018.

Menarik untuk melihat kedepannya dengan fakta bahwa Google dikala ini ialah perusahaan besar iklan itu sendiri. Meskipun Google menyampaikan akan memblokir iklan yang tidak sesuai dengan Better Ads Standar, termasuk iklan yang dimiliki dan dilayani oleh Google, maka Google akan membuat area abu-abu.

Rabu, 09 Juli 2014

Bug Chrome Webrtc Ini Sanggup Merekam Bunyi Dan Video Anda Melalui Internet


Sebuah bug Chrome dilaporkan ke Google oleh pengembang web AOL Ran Bar-Zik. Dia menyampaikan kepada Bleeping Computer bahwa di telah menemukannya ketika menyidik sebuah situs web yang menjalankan isyarat WebRTC. WebRTC memungkinkan situs web merekan stream untuk streaming pribadi ke perangkat lain di internet.

Karena bug tersebut, situs web sanggup merekam konten audio dan video tanpa menyampaikan indikator visual. Meski begitu, situs tersebut meminta izin pengguna untuk mengakses mikrofon dan webcam. Jadi, situasinya tidak begitu serius. Tapi bukan berarti sanggup dimanfaatkan.


berdasarkan Ran, izin terusan diberikan untuk keseluruhan domain, jadi, mungkin saja tidak memakai tab yang sama untuk melakukkan aktifitas merekam streaming. Penyerang sanggup menampilkan window pop-up Chrome(tanpa header) yang menjalankan isyarat tersebut untuk merekam audio dan video. Pop-up ini tidak akan memunculkan titik merah, untuk memverifikasi klaimnya beliau membuat tes sendiri.


Demo pop-up yang disampaikan dalam laporan bug Ran diserahkan ke Google. Setelah mendapat izin, pop-up merekam klik audio 20 detik dan menyediakan link untuk sanggup di download.

Berbeda dengan apa yang diyakini Ran, Google tidak menganggap bug itu sebagai bahaya sama sekali. Ini dikarenakan indikator visual tidak ada di semua platform Chrome. "Ini bahwasanya bukan kerentanan keamanan - misalnya, WebRTC di perangkat mobile tidak menyampaikan indikator sama sekali dibrowser. Titik indikator ini hanya bekerja di desktop, dengan ini kami mencari cara untuk memperbaiki situasi ini" jawab Google.