Selasa, 01 September 2015

Laporan Kinetika Kimia Dan Laporan Praktikum Kimia Dasar

Laporan Praktikum Kimia Dasar 2 - Kinetika Kimia - laporan ini bertujuan untuk Untuk mengetahui imbas konsentrasi dan katalis terhadap laju reaksi. Laporan Kinetika Kimia ini juga bertujuan untuk memperlihatkan refferensi kepada para pembaca yang mengambil mata kuliah kimia dasar dan mengikuti Praktikum Kimia Dasar. Laporan Praktikum Kimia Dasar dengan judul "Kinetika Kimia" diharapkan sanggup membantu pembaca dalam melakukan praktikum kimia dasar 2 semoga diperoleh hasil yang memuaskan.

Baca Juga : Laporan Reaksi Redoksi Dan Sel Elektrokimia - Laporan Kimia Dasar 2


 laporan ini bertujuan untuk Untuk mengetahui imbas konsentrasi dan katalis terhadap la Laporan Kinetika Kimia dan Laporan Praktikum Kimia Dasar


ACARA VI

KINETIKA KIMIA



A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

1. Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui imbas konsentrasi dan katalis terhadap laju reaksi.

2. Waktu Praktikum
(...)

3. Tempat Praktikum 
Lantai III, Laboratorium Kimia Dasar, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.


B. LANDASAN TEORI

Kinetika kimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari kecepatan reaksi kimia dan prosedur reaksi kimia yang terjadi. Dalam kebanyakan reaksi, kinetika kimia hanya mendeteksi materi dasar permulaan yang lenyap dan hasil yang timbul. Jadi, hanya reaksi keseruhan yang sanggup diamati. Perubahan reaksi keseluruhan yang terjadi kenyataannya sanggup terdiri atas beberapa reaksi yang berurutan, masing-masing reaksi merupakan suatu langkah reaksi pembentukan hasil-hasil akhir. Bila suatu reaksi terjadi dalam beberapa langkah reaksi kemungkinan spesies prantara dibentuk, dan tidak sanggup dideteksi karna dipakai dalam langkah reaksi berikutnya. Meskipun dengan demikian, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, adakala sanggup diketahui seberapa jauh faktor-faktor tersebut berperan dalam prosedur reaksi. Percobaan –percobaan memperlihatkan adanya empat hal yang penting yaitu preaksi, konsentrasi,preaksi, suhu, dan katalisator(Sastrohamidjojo, 2010: 158).

Baca Juga : Laporan Praktikum Pembuatan Larutan - Laporan Praktikum Kimia Dasar 2

Dalam perjalanannya untuk menjadi produk preaksi harus melalui energi perintang. Salah satu cara untuk menghantarkan preaksi keposisi puncak perintang yaitu dengan penambahan katalis. Kinetika kimia menyidik secara rinci energi- energi perintang tersebut melalui pengkajian ketergantungan laju reaksi terhadap konsentrasi, suhu, dan tekanan. Kajian wacana laju reaksi memperlihatkan suatu wawasaan kedalam mekanismenya, apakah reaksi tersebut berlangsung dalam satu tahap atau dalam sederetan tahapan(mulyani.2005:143).

Teori tumbukan pada kinetika kimia menyatakan bahwa molekul gas sering bertumbukan suatu dengan lainnya, reaksi kimia berlangcsung jawaban dari tumbukan antara molekul-molekul yang breaksi. Dari segi teori tumbukan dari kinetika kimia, maka laju reaksi akan berbanding lurus dengan banyaknya tumbukan molekul per detik atau berbanding lurus dengan frekuensi tumbukan molekul:


 laporan ini bertujuan untuk Untuk mengetahui imbas konsentrasi dan katalis terhadap la Laporan Kinetika Kimia dan Laporan Praktikum Kimia Dasar

Setiap molekul yang bergerak mempunyai energi kinetik, semakin cepat gerakannya semakin besar energi kinetiknya. Ketika molekul-molekul nya bertumbukan sebagian dari energi kinetiknya diubah menjadi energi vibrasi jikalau energi kinetik awalnya besar, molekul yang bertumbukan akan bergetar besar lengan berkuasa sehingga tetapkan beberapa ikatan kimianya. Pemutusan ikatan merupakan langkah pertama kepembentukan produk(chang,2004:44).

Baca Juga : Reaksi Asam Basa 1 - Laporan Praktikum Kimia Dasar

Katalis yaitu suatu zat yang mempengaruhi laju reaksi, yang pada selesai reaksi didapatkan kembali tanpa mengalami perubahan kimia. Ada dua macam katalis, yaitu katalis positif(katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi dan katalis negatif yang dikenal sebagai inhibitor, yang berfungsi memperlambat laju reaksi. Katalis positif berperan menurunkan energi pengaktifan dan menciptakan orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Hal ini sesuai dengan syarat terjadinya reaksi, yaitu energi tumbukan molekul-molekul reaksi harus sesuai untuk terjadinya reaksi(pratana,2003:5)

Telah dilakukan pengkajian wacana ospek garam terhadap kinetika transfer Co(II) dalam sistem Dwi fasa aqueus/asam di-(2-etilheksil) fosfat(DZEPHA) dengan memakai tehnik rotating membrane cell(RMC). Larutan Co (II) dalam aneka macam kondisi fasa aqueus di transferkan kedalam larutan di-(2-etilheksil) fosfat dalam n-dodekana sebagai fase organik pada aneka macam kecepatan rotasi RMC. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa transfer kobaltdari fasa aqueus kedalam fase organik mengikuti modal transsfer mass transfer with chemical reaction(MTWCR). Laju difusi kobalt yang terkompleks dalam fasa aqueus merupkan tahap penentu laju transfer secara keseluruhan. Afinitas larutan aqueus terhadap kobalt semakin kecil dengan meningkatkan kekuatan ion dalam fase ruah aqueus (hendrawan ,2004).

Kinetika reaksi dekomposisi H2O2 dengan KI pada pH sekitar <5,5 berlaku prosedur asam dengan produk berupa I2 pada pH sekitar >7,3berlaku prosedur basa dengan produk O2 dan pada pH antara 5,5-7,2 berlaku prosedur campuran. Peran I-  pada pH basa sebagai katalis dalam reaksi dekomposisi H2O2 secara non isotermal memakai persamaan patihia-arrhenius dibuktikan menurut prolehan harga sekitar 17.578+563kal/mol(lestari,2005).


Baca Juga : Laporan Praktikum REAKSI ASAM BASA II - Laporan Praktikum Kimia Dasar 2


C. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM

1. Alat-alat Praktikum
  • Labu ukur 25 mL
  • Tabung reaksi
  • Rak tabung reaksi
  • Stopwatch
  • Pipet tetes

2. Bahan-bahan Praktikum
  • Aquades
  • Larutan H2C2O4 (asam oksalat) 0,05 M
  • Larutan H2SO4 (asam sulfat) 0,05 M
  • Larutan H2SO4 (asam sulfat) 2 M
  • Larutan KMnO4 ( kalium permanganat) 0,01 M
  • Larutan MnSO4 (mangan (II) sulfat) 0,18 M


D. PROSEDUR PERCOBAAN

1. Pengenceran KMnO4
  • Dimasukkan 50 tetes larutan KMnO4 0,01 M ke dalam labu ukur.
  • Ditambahkan air ke dalam labu ukur hingga volume larutannya menjadi 25 mL.

2. Pengenceran H2C2O4
  • Dimasukkan 50 tetes larutan H2C2O4 0,05 M ke dalam labu ukur.
  • Ditambahkan air ke dalam labu ukur hingga volume larutannya menjadi 25 mL.

3. Tabung I
  • Dimasukkan 4 tetes larutan H2C2O4 yang sudah diencerkan ke dalam tabung reaksi.
  • Dimasukkan 2 tetes larutan H2SO4 2 M ke dalam tabung reaksi tersebut.
  • Ditambahkan 1 tetes larutan KMnO4 yang sudah diencerkan, kemudian dikocok.
  • Dicatat waktu mulai dari penambahan KMnO4 hingga warna KMnO4 menghilang.
  • Diulangi percobaan c dan d hingga 12 kali penambahan larutan KMnO4.
  • Dicatat hasil pengamatan tersebut dalam table analog.

4. Tabung II
  • Dimasukkan 4 tetes larutan H2C2O4 0,05 M yang sudah diencerkan ke dalam tabung reaksi.
  • Dimasukkan  2 tetes larutan  H2SO4 0,5 M ke dalam tabung reaksi tersebut.
  • Dimasukkan 1 tetes larutan MnSO4 0,18 M ke dalamnya.
  • Ditambahkan 1 tetes larutan KMnO4 yang sudah diencerkan.
  • Kemudian larutan tersebut dikocok dan dicatat waktu dari penambahan KMnO4 hingga warna KMnO4 menghilang.

E. HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

F. ANALISIS DATA
(Terlampir).

Untuk Hasil Pengamatan dan Analisis data sanggup di download dengan mengklik ling berikit "Klik Disini".


Baca Juga : Laporan Praktikum Kimia Dasar - Analisis Kuantitatif Asidimetri Dan Alkalimetri

G. PEMBAHASAN

Kinetika kimia mempelajari wacana laju reaksi. Laju reaksi yaitu pengurangan preaksi atau penambahan hasil reaksi persatuan waktu. Laju reaksi menyatakan konsentrasi zaat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap perdetik. Faktor yang memprngaruhi laju reaksi antara lain  luas bidang sentuh, suhu, konsentrasi, katalis, molaritas, serta sifat dan keadaan zat. Tetapi pada praktikum ini dikhususkan imbas katalis dan konsentrasi terhadap laju reaksi . sifat preaksi ada yang reaktif dan ada yang kurang reaktif. Konsentrasi preaksi jikalau preaksi diperbesar berarti kerapataan bertambah dan akan memperbanyak goresan sehingga akn meempercepat reaksi, laju reaksi sanggup diubah (umumnya)dipercepat, dengan penambahan yang disebut katalis. Katalis sangat dibutuhkan dalam reaksi zat organik termasuk dalam organisme. Persamaan laju reaksi sanggup diperoleh dengan mengolah data hasil percobaan dan aneka macam konsentrasi dan waktu.

Pada praktikum ini dilakukan 2 percobaan tetapi terlebih dahulu dilakukan pengenceran. Pengenceran ini bertujuan untuk mempermudah pengamatan waktu dalam kaitannya dengan laju reaksi jikalau KMnO4 dan H2C2O4 tidak diencerkan terlebih dahulu (pekat). Sedangkan H2SO4 yang dipakai sedikit, artinya tidak ada kesetimbangan antara preaksi (KMnO4 dan H2C2O4) dengan katalis   H2SO4 maka akan terjadi dua kemungkinan yaitu reaksi tidak akan menghasilkan produk atau terbentuk produk tetapi membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan dalam praktikum ini kita ingin mengetahui relasi konsentrasi dengan laju reaksi. Dalam proses pengenceran juga mengakibatkan kepekatan larutan berkurang atau kepekatan dari larutan menjadi lebih kecil dibandigkan volume sebelumnya. Penambahan aquadest hingga volumenya 25 ml, dimana semakin banyak molekul dalam airr, semakin gampang terjadi tumbukan sehingga semakin cepat reaksi pada pada larutan tersebut berlangsung. Pada pengenceran KMnO4 , semula warna KMnO4  ungu pekat sesudah pengenceran menjadi ungu bening. Sedangakan H2C2O4 tetap bening menyerupai semula, lantaran H2C2O4 bukan senyawa logam sehingga tidak berwarna.

Baca Juga : Laporan Reaksi Redoksi Dan Sel Elektrokimia - Laporan Kimia Dasar 2

Pada percobaan pertama, H2C2O4 dicampurkan dengan H2SO4 lalun diteteskan dengan KMnO4 yang telah diencerkan sebelumnya. Larutan tersebut dikocok untuk mempercepat pengamatan perubahan warna yang terjadi pada larutan. Warna larutan bermetamorfosis bening dan warna KMnO4 pada larutan hilang. Dimana pada larutan terjadi goresan atau tumbukan antar partikel-partikelnya, dan terjadi kehilangan oksalat karna membentuk peroksida yang kemudian terurai menjadi air sehingga warna larutan menjadi bening dan hilangnya warna KMnO4 merupakan proses berjalannya reaksi atau laju reaksi . dimana pada reaksi adonan ini antara KMnO4 dan  H2C2O4 merupakan katalisator homogen, karna dalam reaksi tersebut dihasilkan juga ion Mn2+, dimana ion Mn2+ merupakan katalisatornya, dan reaksi ini disebut sebagai autokatalis yaitu sanggup bertindak sebagai katalis yang mempercepat reaksi sekaligus ikut breaksi . pada pencampuran larutan ini dalam suasana asam (katalisator asam)yang berarti senyawa yang dalam pelarut air menghasilkan ion H+, kemudian untuk H2SO4 dimana semakin pekat konsentrasi asam sulfat yang ditambahkan reaksi akan berlangsung semaakin cepat pada percobaan ini hal ini mengakibatkan laju reaksinya cepat berlangsung ditandai dengan perubahan warna menjadi bening.dari hasil praktikum diperoleh laju reaksi terhadap waktu hilangnya warna KMnO4 sebanyak 12 kali tetesan berturut-turut yaitu: 47,18,13,12,7,6,11,8,10,8,7,4,3. Dari hasil pengamatan memperlihatkan waktu yang dibutuhkan dari tetesan pertama hingga terakhir mengalami penurunan dan kenaikan menyerupai pada grafik. Pada tetesan 1 hingga tetesan ke 6 waktu yang dipakai untuk hilang nya warna KMnO4 semakin cepat, lantaran jikalau konsentrasinya diperbesar maka kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak berlangsungnya reaksi. Dalam haal ini memperlihatkan relasi konsentrasi sebanding dengan laju reaksi. Pada tetesan ke 7dan ke 10 bertambah hal ini sanggup disebabkan lantaran kurangnya kesetabilan dalam mengocok tabung reaksi . setelah  itu pada tabung ke 9 hingga ke 12waktu yang dibutuhkan semakin cepat. Pada percobaan ini sanggup disimpulkan bahwa semakin banyak KMnO4 yang diteteskan maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menghilangnya warna KMnO4 pada larutan ini.

Baca Juga : Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Kesetimbangan Kimia

Pada percobaan ke 2 yaitu pencampuran antara H2C2O4, H2SO4 ,dan MnSO4 kemudian diteteskan dengan KMnO4yang sudah diencerkan sebelumnya , dimana diperoleh hasil perubahan warna dari laju reaksi jauh lebih  cepat dari tabung reaksi sebelumnya, sedangakan pada percobaan ini waktu yang dibutuhkan untuk hilangnya warna KMnO4 adalh 3 detik. Dimana pada suasana basa Mn2+ merupakan katalis yang mempercepat reaksi , dimana katalis ini tidak mempengaruhi reaksi kedudukan kesetimbangan reaksi dan menurunkan besarnya energi pengaktifan. Katalisator pada percobaan ini tidak mengalami perubahan pada selesai reaksi , lantaran tidak memnerikan ajaran energi kesistem memperlihatkan prosedur reaksi dengan pengaktifan yang lebih rendah dibandingkan dengan reaksi tanpa katalis, sehingga adaanya katalis meningkatkan laju reaksi pada perubahan ini yang ditandai pada perubahan warna dengan selang waktu berbeda. Semakin tinggi konsentrasi pada H2SO4 maka larutannya semakin pekat dan mengakibatkan reaksi berlangsung cepat.


H. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan sanggup disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi larutan dan semakin banyak penambahan katalis maka laju reaksi akan berlangsung semakin cepat.



DAFTAR PUSTAKA

  • Chang, Raymond. 2005. Kimia Dasar Konsep-konsep Inti. Jakarta: Erlangga.
  • Hendrawan,dkk.2004.Kajian Tentang Efek Garam, Terhadap Kinetika Transfer Co(II) Dalam Sistem Dwi Fasa Air/Asamdi 2 Etilheksil Fosfat. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
  • Lestari , witri .wahyu dkk.2005.Kajian Kinetika Untuk Menunjukkan Peran Katalis Ki Dalam Reaksi Dekomposisi H2O2 Berdasarkan Penurunan Energi Aktivasi Secara Non Isotermal. Surakarta : UNS.
  • Mulyani ,sri dan hendrawan.2005.kimia fisika 2. Malang : universitas negri malang.
  • Pertana,dkk.2003. Kimia Dasar 2. Yogyakarta: UNY Press.
  • Sastrohamidjojo, Hardjono. 2005. Kimia Dasar. Yogyakarta: UGM Press.



Baca Juga: Laporan Praktikum Kimia Dasar 1
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Kesetimbangan Kimia
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Penentuan Tetapan Gas dan Volume Molar Oksigen
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Penentuan Massa Atom Relatif Magnesium (Mg)
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Termokimia Update 2017
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Reaksi-Reaksi Kimia Update 2017
Laporan Praktikum Kimia Dasar 1 - Pemisahan dan Pemurnian (Acara 1)



Baca Juga :  Laporan Praktikum Kimia Dasar 2
Laporan Praktikum Pembuatan Larutan - Laporan Praktikum Kimia Dasar 2
Reaksi Asam Basa 1 - Laporan Praktikum Kimia Dasar
Laporan Praktikum REAKSI ASAM BASA II - Laporan Praktikum Kimia Dasar 2
Laporan Praktikum Kimia Dasar - Analisis Kuantitatif Asidimetri Dan Alkalimetri
Laporan Reaksi Redoksi Dan Sel Elektrokimia - Laporan Kimia Dasar 2
Laporan Kinetika Kimia dan Laporan Praktikum Kimia Dasar

Itulah artikel mengenai "Laporan Kinetika Kimia dan Laporan Praktikum Kimia Dasar" semoga artikel ini bermanfaat.

Jangan Lupa Follow untuk tetap mendapat update artikel berikutnya.